Naura Demam lagi..
sudah dua kali dalam seminggu ini mengalami demam, dan yang kedua ini agak parah, panasnya gak mau turun-turun di kisaran 37-40 derajat. pada Demam yang pertama disertai buang air. sama dokternya dikasih antibiotik dan penurun panas. 3 hari kemudian membaik. Saat masih di Balikpapan di telpon sama Bundanya kalo Adiknya sakit lagi. jadi dibawa ke dokter lagi di Hermina Bekasi. kata dokternya penyebab demam itu banyak, bisa krn radang tenggorokan, pilek, batuk , DB dsb.. jadi belum bisa dipastikan sebelum periksa lab. tapi disarankan 3 hari lagi sejak demam baru bisa diperiksa. sebelum 3 hari belum terlihat penurunan kadar trobositnya katanya.jadi bingung kenapa harus nunggu dan segera dicari penyebabnya.. kasihan Adiknya. selama 3 hari menunggu cuma dikasih penurun panas yg cuma bertahan 4 jam. setelah itu panas lagi. begitu terus berulang.
lucunya kalo lagi ga tinggi demamnya, si Adiknya langsung aktif kaya gak lagi sakit..
Besok harus ke Lab buat chek darah, semoga bukan Demam berdarah.
dan balik ke Dokter lagi..
untung ada milis fahima, yg bisa kasih pencerahan...berikut artikel dari dr Syafrudin.
Pengenalan Dini Demam Berdarah Dengue
Diasuh Oleh : dr. Syafruddin Mapata, Sp.A
(Dokter Spesialis Anak Klinik Anakku Bekasi)
Pendahuluan
Demam Berdarah Dengue atau lazim disebut Demam Berdarah menjadi pembicaraan yang
hangat belakangan ini. Di tempat umum, seperti di pasar, di perkantoran, di rumah
sakit lebih lebih lagi. Orang membicarakan kengerian akan demam berdarah. Umumnya
mereka membicarakan tentang keluarga atau sanak kerabatnya yang menderita demam
berdarah, sudah beberapa hari dirawat, berapa botol infus dihabisan, berapa biaya
sudah dikeluarkan bahkan kesedihan karena semua usahanya sia-sia bila keluarga atau
kerabatnya harus direlakan pergi selama-lamanya.
Memang penyakit Demam Berdarah ini mengalami kenaikan insiden dalam bulan-bulan
terakhir ini sehingga dimasukkan ke dalam kategori Kejadian Luar Biasa. Karena itu
penulis merasa belum terlambat untuk memberikan pemahaman tentang beberapa hal
menyangkut demam berdarah.
Selama hampir dua abad, penyakit dengue digolongkan sejajar dengan demam, pilek,
atau diare, yaitu sebagai penyesuaian diri seseorang terhadap iklim tropis. Namun
sejak timbulnya wabah Dengue di Filipina pada tahun 1953-1954 yang disertai renjatan,
perdarahan saluran cerna, dan berakhir dengan meninggalnya penderita, maka pandangan
ini pun berubah. Dan sejak itulah istilah Haemorrhagic Fever atau Demam Berdarah
digunakan. Kenyataan sekarang ialah bahwa penyakit ini menempati urutan kedelapan
kesakitan Asia Tenggara dan Pasifik Barat.
Penyebab
Penyakit Demam Berdarah termasuk golongan penyakit Arbovirus, singkatan dari
Arthropod-borne viruses, artinya virus yang ditularkan melalui gigitan binatang
arthropoda. Dalam hal ini Demam Berdarah ditularkan oleh sejenis nyamuk yang disebut
Aedes Aegypti. Nyamuk betina menghisap darah untuk kebutuhan reproduksi. Tiga hari
setelah menghisap darah maka ia akan sanggup bertelur sebanyak 100 butir. Selanjutnya
mulai menghisap lagi dan bertelur lagi. Nyamuk Aedes tergolong antropofilik yaitu
paling doyan darah manusia. Berbeda dengan species nyamuk lain yang biasanya sudah
cukup puas dengan menggigit / menghisap darah satu orang saja, maka nyamuk Aedes
mempunyai kebiasaan menggigit berulang, yaitu menggigit beberapa orang secara
bergantian dalam waktu singkat. Hal ini disebabkan karena nyamuk Aedes sangat sensitif
dan mudah terganggu.
Nyamuk Aedes aegypti diduga berasal dari benua Afrika terutama Etiopia, kemudian
terbawa oleh kapal dagang ke daerah pesisir Asia Tenggara dan kemudian masuk ke
pedalaman. Bila nyamuk betina menggigit / menghisap darah orang yang menderita Demam
Berdarah maka virus akan masuk ke dalam tubuh nyamuk. Selanjutnya diperlukan waktu
sekitar 9 hari agar nyamuk menjadi infeksius dan dapat menularkan kepada korban yang
lain. Walaupun umur nyamuk dewasa hanya kira-kira 10 hari, namun dengan sifat
menggigit berulang maka cukup banyak korban yang bisa terinfeksi.
Nyamuk betina biasanya menggigit di dalam rumah pada waktu siang hari, di tempat
yang agak redup. Nyamuk betina meletakan telurnya di permukaan air yang jernih dan
terlindung dari sinar matahari langsung. Lebih disukai tempat air di dalam atau dekat
rumah, terutama tempat air yang bertutup longgar atau jarang dikuras.
perjalanan penyakit
Setelah nyamuk infeksius menggigit korban maka virus akan berkembang biak dalam
tubuh korban. Setelah waktu 4-6 hari atau yang disebut juga masa inkubasi maka
penderita mulai demam tinggi. Pada hari ketiga penderita mengalami resiko syok dan
kalau bisa diatasi maka fase penyembuhan dimulai setelah hari sakit ketujuh.
Pada fase awal demam ditandai dengan demam mendadak tinggi disertai muka kemerahan
dan sakit kepala. Kehilangan nafsu makan, muntah dan nyeri di ulu hati sering
dikeluhkan. Selanjutnya timbul bintik merah di kulit yang mirip gigitan nyamuk.
Fase berikut dari perjalanan penyakit demam berdarah ialah fase syok, yang merupakan
fase kritis penyakit demam berdarah. Pada saat ini suhu badan cenderung turun.
Penderita terlihat lemah , gelisah dan berkeringat. Kaki tangan terasa dingin, denyut
nadi sukar diraba. Dapat terjadi mimisan , muntah darah, atau berak darah. Pada saat
ini bila penderita tidak segera diobati dengan pemberian cairan infus maka kondisi
penderita akan terus memburuk dan terjadi syok yang berakhir dengan kematian.
gejala dan tata laksana
Bagaimana penatalaksanaan selanjutnya dari Demam Berdarah Dengue (DBD) ? Sebelumnya
perlu dikenal dahulu gejala dini Demam Berdarah. DBD merupakan penyakit akut yang
ditandai dengan 4 gejala klinik, yaitu demam tinggi, fenomena perdarahan, hepatomegali
dan seringkali kegagalan sirkulasi darah.
Bila seorang anak menderita demam tinggi mendadak, muka kemerahan, tidak ada gejala
infeksi saluran nafas (misalnya batuk, pilek, sakit tenggorokan), ditambah bintik
merah di kulit, sebaiknya penderita segera dibawa ke dokter. Dokter akan melakukan uji
Torniquet, yang akan sangat membantu diagnosis awal DBD.
Uji Torniquet dilakukan dengan memasang tensimeter pada lengan atas anak, memberi
tekanan tertentu dan bila positif, maka dalam waktu ± 3 menit akan timbul
bintik-bintik merah di bagian bawah.
Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan laboratorium dua fenomena penting yang selalu
dicermati di pemeriksaan laboratorium, yaitu penurunan jumlah thrombocyte di darah
(thrombocytopenia) dan kenaikan konsentrasi plasma darah (hemokonsentrasi). Kadar
thrombocyte darah normal berkisar sekitar 150.000 - 400.000/mm3 . Kadar thrombocyte
penderita DBD akan turun < 100.00/mm3 .
Seorang tersangka menderita demam berdarah sebaiknya dirawat di Puskesmas atau di
Rumah Sakit. Lebih baik mencurigai dan merawat sebagai demam berdarah walaupun
akhirnya ternyata bukan, daripada menyesal kemudian. Sebelumnya penderita dianjurkan
minum banyak, beri obat penurun panas, dan kalau perlu dikompres dengan air hangat.
Obat panas yang dianjurkan adalah dari golongan parasetamol dan jangan dari aspirin
atau asetosal karena memperparah resiko perdarahan. Golongan metamizole secara umum
dilarang penggunaannya pada anak karena efek samping yang ditakuti berupa
agranulositosis, anemia aplastik, dan thrombocytopenia.
Syok pada demam berdarah terjadi karena kebocoran pipa pembuluh darah sehingga
cairan plasma darah merembes keluar dari pembuluh darah dan berkumpul di rongga-rongga
tubuh yaitu rongga perut dan rongga dada. Akibatnya pipa pembuluh darah menjadi kolaps
dan jalan mengatasinya ialah dengan infus. Begitu masa kritis dilewati maka kebocoran
pipa pembuluh darah akan membaik, cairan plasma kembali masuk ke pembuluh darah
.Keadaan umum penderita membaik yang ditandai dengan penderita mulai minta / mau makan.
Keadaan fatal pada DB terjadi bila syok tidak segera diatasi, atau bisa terjadi
perdarahan masif saluran cerna berupa muntah darah dan berak darah. Keadaan fatal
lainnya ialah encephalopatia, yang ditandai dengan penurunan kesadaran dan
kejang-kejang.`
Kesimpulan
Disimpulkan bahwa perlunya masyarakat awam mengenal tanda-tanda DB, kapan anak harus
dibawa ke dokter / Puskesmas, untuk mencegah terjadinya hal - hal fatal yang tidak
diinginkan.
Sumber: Millist Fahima
Tidak ada komentar:
Posting Komentar